UNTUK APA KITA DICIPTAKAN? (Persembahan Untuk Anak di Dunia)

UNTUK APA KITA DICIPTAKAN? (Persembahan Untuk Anak di Dunia)

Afkar Qorni Eldiyana
Afkar Qorni Eldiyana

Saya mendapatkan sebuah Video Audio dari seorang teman yang masih sering saya putar setiap hari, dan isinya sungguh inspiratif dan membuat saya semakin termotivasi dalam menjalani hidup ini. Tentunya meningkatkan rasa syukur saya terhadap apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada saya, dan sering kali terlupa.

Kurang lebih beginilah intinya:

Persembahan untuk anak di Dunia

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan.

”Tuhan… para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia. Tapi bagaimana caranya aku hidup disana, saya begitu kecil dan lemah.” Kata si bayi

Tuhan menjawab.
“Aku telah memilih malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”

”Tapi di surga, apa yang aku lakukan hanya bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagiku untuk bahagia.” Demikian kata si bayi.

Tuhan pun menjawab.
”Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.”

Si bayi pun bertanya kemabali.
”Dan apa yang dapat aku lakukan saat saya ingin berbicara keada-Mu?”

Sekali lagi Tuhan menjawab.
”Malaikat akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”

Si bayipun masih belum merasa puas, ia pun bertanya lagi.
”Aku mendengar kalau di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku?”

Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab.
”Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun.”

Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya.
“Tapi aku akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.”

Dan Tuhanpun menjawab.
”Malaikatmu akan menceritakan tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku. Walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu.”

Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya.

”Tuhan… Jika saya harus pergi sekarang. Bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat dirumahku nanti?”

Tuhanpun menjawab.
”Kamu dapat memanggil malaikatmu…. IBU…”

Kenanglah ibu yang menyayangimu…
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…

Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu…
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?

… dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan…
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu…

Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang ketika ibu telah Tiada….

Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita. Tak ada lagi senyuman indah …. tanda bahagia.

Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya

Tak ada lagi dan tidak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’kanmu disetiap hembusan nafasnya

Kembalilah segera …. peluklah ibu yang selalu menyayangimu …

Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayantnya ….

Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya ….
Ibu … Maafkan aku …

Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas ….

Demikian isi dari video yang penuh inspiratif. Dunia ini hanyalah sebuah batu loncatan untuk menuju alam lain yang bernama akhirat yang lebih kekal adanya. Dan fase inilah yang akan mengantarkan kita untuk menuju ke fase kehidupan abadi. Di fase inilah kita memiliki kebebasan untuk melakukan apapun yang kita inginkan.

Kita adalah makhluk yang paling istimewa, Namun apakah kita senantiasa mengistimewakan diri kita seperti Tuhan mengistimewaan diri kita? Apakah kita sudah pandai untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya? Ataukah terus menerus mengelukan apa yang telah diberikannya?

Bersyukur bukanlah menerima apa yang telah kita miliki, namun bersyukur adalah menerima apa yang belum kita miliki dan berbahagia dengan apa yang telah kita miliki. Maka Yakinlah …. apapun yang kita inginkan pasti akan diberikan oleh Tuhan ….

Sampai disini dulu ya, semoGa bermanfaat.

Depok, 09 Maret 2020
Suyana Smart

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.